02.01.17



Area organ intim wanita atau Miss V adalah area di tubuh yang termasuk organ yang lembab dan rentan dihinggapi bakteri. Untuk itu wanita harus memperhatikannya dan rajin merawat area kewanitaan.





Sebab dapat menimbulkan aroma yang tak sedap, area Miss V yang tidak sehat dan terawat pun dapat membuat gatal, iritasi, hingga mengganggu kesuburan. Aroma tak sedap pada Miss V tentu membuat area kewanitaan tak sehat. Dilansir dari Pop Sugar, Dokter Spesialis Obgyn dari Los Angeles dr. Nita Landry mengatakan jika seorang wanita menyadari area Miss V lebih bau dari biasanya, itu bisa berarti bahwa sesuatu sedang terjadi. Untuk perubahan bau biasanya wanita bisa mengetahuinya sendiri, karena wanita bisa membaui area organ vitalnya jika baunya sudah tidak normal.







Jangan khawatir, semuanya bisa disembuhkan dan diatasi. Jika aroma tidak sedapnya menjadi lebih tajam dari biasanya dalam jangka panjang atau jika mengalami peningkatan jumlah cairan pada Miss V, segera pergi ke dokter. Karena kemungkinan bebab hal itu bisa menunjukkan peningkatan kadar bakteri atau ragi, atau bahkan mungkin ditularkan secara seksual. Kenali berbagai macam penyebabnya, di antaranya,

1. Infeksi Bakteri Jika muncul bau amis itu bisa menjadi tanda infeksi bakteri atau vaginosis. Tatalaksananya dapat diobati dengan antibiotik. Pada dasarnya, infeksi terjadi ketika keseimbangan bakteri di Miss V terjadi. Misalnya terlalu banyak bakteri jahat untuk mengalahkan yang baik. Dan jika infeksi ini belum parah, gejalanya mungkin memburuk setelah berhubungan seks.


2. Infeksi Jamur Infeksi jamur juga bisa menjadi penyebab bau. Infeksi jamur dapat diobati dengan krim yang dijual bebas atau pil yang diresepkan oleh dokter. Beberapa gejala yang ditimbulkan adalah sering disertai dengan cairan seperti keju serta gatal, iritasi, atau kemerahan.


3. Pembalut Jika Miss V berbau seperti daging busuk, itu adalah petunjuk bahwa bisa jadi pembalut lupa diganti. Untuk itu bagi wanita yang sedang mengalami siklus menstruasi untuk sering mengganti pembalut jika dirasa sudah lembab dan perlu di ganti.


4. Kondom dan Pelumas Ada orang yang alergi dengan kondom atau pelumas. Beberapa wanita sensitif terhadap gliserin dalam pelumas tertentu yang dapat menimbulkan jamur. Atau adanya lateks (karet) pada kondom bisa menimbulkan iritasi.


5. Berkeringat Berkeringat terlalu banyak bisa menimbulkan bau tak sedap. Rajinlah mengganti celana dalam. “Gunakan air hangat untuk mencuci bagian luar Miss V dan di celah-celah serta lipatan. Lalu pilih bahan celana dalam yang menyerap keringat,” ungkapnya.


6. Infeksi Menular Seksual Infeksi menular seksual, seperti gonorrhea, trichomoniasis, dan chlamydia, juga bisa dikaitkan dengan bau Miss V. Segera periksa ke dokter. Untuk kasus ini beberapa di antaranya menyebabkan keputihan, yang bisa berwarna hijau atau berbau, mungkin iritasi dan gatal. Bahkan menyebabkan perdarahan. Untuk itu mulai lah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan miss V. Jangan disepelekan.